DRZ Post
Home Hiburan Gaya Hidup Sains Teknologi Umum Web Development Archive
 

> >

Presiden Indonesia Pertama, Soekarno

Umum - drzpost.com - Ya Presiden Pertama di Indonesia adalah Soekarno, Beliau adalah Presiden yang sangat dihormati dan disegani sampai masa kini. Presiden Soekarno terkenal dengan pidato-pidatonya yang berapi-api dan sangat tegas, terutama tegas terhadap politik luar negri, yang dulu beliau pernah menyatakan untuk ganyang malaysia.

Soekarno menjabat sebagai Presiden dari tahun 1945 - 1966. Beliau dikenal sebagai Bapak Proklamator kemerdekaan Indonesia

Presiden merupakan kepala di suatu negara, termasuk di Republik tercinta ini, kita menggunakan istilah Presiden untuk kepala negara, karena untuk negara-negara kerajaan mereka punya raja dan perdana mentri. Sebagai kepala negara dan pemerintahan, seorang presiden dibantu oleh wakil presiden dan beberapa mentri kabinet.

Biografi Soekarno, Presiden Indonesia Pertama

Presiden Indonesia Pertama, Soekarno Ok, kembali ke cerita tentang Soekarno, Presiden Republik Indonesia yang pertama. Beliau lahir di Surabaya pada tanggal 7 Juni 1901. Dulu sob, nama beliau bukan Soekarno tetapi Koesno Sosrodihardjo, tetapi waktu kecil beliau sakit-sakitan, lalu orang tua beliau mengganti nama beliau Soekarno. Orang tua beliau adalah Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya adalah Ida Ayu Nyoman Rai. Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.

Dulu beliau sekolah di Tulung Agung, kemudian pindah ke Mojokerto, karena orang tua beliau pindah ke Mojekerto. Di Mojokerto, ayah beliau memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Kemudian pada Juni 1911 Soekarno pindah ke Europeesche Lagere School (ELS) suapaya ntar gampang diterima di Hoogere Burger School (HBS). Soekarno dapat diterima di HBS atas bantuan seorang kawan bapaknya yang bernama H.O.S. Tjokroaminoto. Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian ia ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.

Pada tahun 1927, Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). Beliau aktif di partai tersebut dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, hal ini dianggap Belanda meruapakan suatu batu ganjaran dan halangan. Maka akhirnya Soekarno ditangkap ama Belanda pada Desember 1929 dan dipenjara di Penjara Banceuy. Soekarno lalu bebas pada anggal 31 Desember 1931.

Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI,Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI, Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan bulan turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an.

Pada tahun 1970 kesehatan Soekarno terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 Beliau meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dikebumikan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”

Artikel ini ditulis oleh Desrizal pada 01:39 23 December 2012 | dibaca 486 kali oleh pengunjung

Jika kamu pikir artikel ini menarik silahkan share menggunakan:

Tulisan lainnya yang mungkin anda tertarik untuk membacanya

Peristiwa Tentang Kebangkitan NasionalPeristiwa Tentang Kebangkitan Nasional
Sejarah Pancasila Sebagai Dasar NegaraSejarah Pancasila Sebagai Dasar Negara
Manfaat SejarahManfaat Sejarah

Semua Tentang Jepang

Iklan

Contact : Desrizal, email: codingwear@yahoo.com
Copyright (c) 2012 by Desrizal
Author: Anggie Praditya