DRZ Post
Home Hiburan Gaya Hidup Sains Teknologi Umum Web Development Archive
 

> >

Teori Tindakan Sosial Max Weber

Teori Tindakan Sosial Max Weber
Umum - drzpost.com -
Kebutuhan hidup manusia sangat beragam. Ada kebutuhan fisik, seperti sandang, pangan, dan papan. Ada pula kebutuhan psikis yang mesti dipenuhi agar jiwa kita bahagia. Selain itu, manusia juga memerlukan kebutuhan hidup sosial, misalnya pertemanan, kerja sama, bahkan sampai kompetisi dan konflik.

Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut manusia melakukan tindakan-tindakan tertentu. Tindakan manusia disesuaikan dengan nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat.

Salah satu contoh tindakan yang rutin kalian lakukan ialah berangkat ke sekolah. Ketika kita bertanya tentang alasan yang mendorong para siswa berangkat ke sekolah, kita akan mendapat jawaban yang berbedabeda. Mengapa suatu tindakan yang sama, dilakukan dengan alasan yang berbeda? Faktor apa yang mendorong terjadinya perbedaan tersebut? Kita akan mengupas hal tersebut pada pembelajaran berikut.

Pengertian Tindakan Sosial

Sebagian besar tindakan manusia berkaitan dengan orang lain. Tindakan yang berhubungan dengan orang lain disebut sebagai tindakan sosial (sosial action). Suatu tindakan dianggap sebagai tindakan sosial apabila tindakan tersebut memengaruhi atau dipengaruhi oleh orang lain. Bila kamu tersenyum di depan cermin seorang diri, maka tindakan kamu tersebut tidak dapat digolongkan sebagai tindakan sosial. Hal itu berbeda jika kamu tersenyum kepada gadis cantik di sebelahmu.

Dalam khazanah sosiologi, pengertian tindakan sosial di atas dipengaruhi oleh definisi Max Weber. Max Weber seperti dikutip oleh G. Ritzer (1992) mengartikan tindakan sosial sebagai tindakan manusia yang dapat memengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat. Pemikiran Max Weber itu berbeda dengan pemikiran sosiolog lainnya. Mari kita bandingkan dengan pemikiran Emile Durkheim. Emile Durkheim seperti dikutip oleh G. Ritzer (1992) menunjuk tindakan sosial sebagai perilaku manusia yang diarahkan oleh norma-norma dan tipe solidaritas kelompok tempat ia hidup.

Sementara itu, pemikir besar Karl Marx seperti dikutip oleh G. Ritzer (1992) mengartikan tindakan sosial sebagai aktivitas manusia yang berusaha menghasilkan barang, atau mencoba sesuatu yang unik, maupun untuk mengejar tujuan tertentu.

Konsep tindakan sosial menjadi salah satu konsep dasar yang sangat penting dalam sosiologi. Bermula dari perbedaan definisi tentang tindakan sosial inilah muncul berbagai aliran dalam sosiologi. Hal ini disebabkan karena konsep ini berpengaruh terhadap teori selanjutnya. Namun, pada saat ini kalian hanya diajak memahami pengertian pokok dari tindakan sosial.

Jenis-Jenis Tindakan Sosial

Manusia bertindak didorong oleh tujuan tertentu. Perbedaan tujuan melahirkan tindakan sosial yang beraneka ragam. Max Weber seperti dikutip oleh George Ritzer (1992) membedakan tindakan sosial ke dalam empat kategori sebagai berikut.

a. Zwerk Rational (Rasionalitas Instrumental)

Ibu Guru Nurhayati membeli sepeda motor agar ia dapat sampai di sekolah lebih awal. Fauzi memutuskan untuk belajar materi fisika yang akan diujikan besok daripada menonton aksi Jet Li di televisi. Dua bentuk tindakan sosial tersebut termasuk Zwerk Rational. Tindakan tersebut dilaksanakan setelah melalui pertimbangan matang mengenai tujuan dan cara yang akan ditempuh untuk meraih tujuan itu. Jadi, Zwerk Rational melekat pada tindakan yang diarahkan secara rasional untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

b. Werk Rational (Rasionalitas Nilai)

Tindakan sosial jenis ini hampir serupa dengan kategori atau jenis tindakan rasionalitas instrumental. Hanya saja dalam Werk Rational tindakan-tindakan sosial ditentukan oleh pertimbanganpertimbangan atas dasar keyakinan individu pada nilai-nilai estetis, etis, dan keagamaan. Contohnya, seorang pemuda memberikan tempat duduknya kepada seorang nenek karena ia memiliki keyakinan etis bahwa anak muda harus hormat kepada orang tua. Atau, seorang pertapa rela berpuasa sekian hari untuk mendapatkan berkah sesuai dengan kepercayaannya.

c. Affectual Action (Tindakan yang Dipengaruhi Emosi)

Tindakan sosial ini dipengaruhi oleh emosi atau perasaan. Misalnya, hubungan kasih sayang seorang kakak kepada adik atau hubungan cinta kasih dua remaja yang sedang dimabuk asmara.

d. Traditional Action (Tindakan karena Kebiasaan)

Tindakan sosial ini dilakukan semata-mata mengikuti tradisi atau kebiasaan yang sudah baku. Seorang bertindak karena sudah rutin melakukannya. Misalnya, tradisi mudik saat Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Orang tetap memaksakan diri untuk pulang kampung meski harus bersusah payah untuk mewujudkannya. Contoh lainnya berupa peringatan hari kelahiran, mitoni bagi masyarakat Jawa, atau kegiatan upacara yang telah dilakukan sejak nenek moyang dahulu.

Artikel ini ditulis oleh Juna pada 19:00 03 January 2013 | dibaca 6081 kali oleh pengunjung

Jika kamu pikir artikel ini menarik silahkan share menggunakan:

Tulisan lainnya yang mungkin anda tertarik untuk membacanya

Pengertian Pemerintahan Menurut AhliPengertian Pemerintahan Menurut Ahli
Artikel DemokrasiArtikel Demokrasi
Pengertian dan Definisi NasionalismePengertian dan Definisi Nasionalisme

Semua Tentang Jepang

Iklan

Contact : Desrizal, email: codingwear@yahoo.com
Copyright (c) 2012 by Desrizal
Author: Anggie Praditya